Mengenal Helm SNI

Cara Mengenali Helm SNI
Helm dengan label SNI adalah helm motor terbaik ? Helm berlabel SNI “Standar Nasional Indonesia” ini mendadak menjadi permbicaraan ketika Pemerintah melalui Polda Metro Jaya mengeluarkan peraturan yang berkaitan dengan jenis helm yang berlabel SNI. Aturan ini diberlakukan dengan merujuk dengan UU nomor 22 tahun 2009 tentang Lintas dan Angkutan Jalan dan SK Peraturan Menteri No 40/M-IND/Per/6/2008, di mana semua itu mengadopsi Standar Nasional Indonesia (SNI) 1811:2007 dan helm menjadi regulasi teknis yang baru.

Ciri-Ciri Helm SNI

Dengan adanya peraturan baru tersebut, secara otomatis semua pengendara sepeda motor wajib menggunakan helm yang memenuhi standar nasional Indonesia (SNI). Tentu sebagai orang awam yang tidak mengetahui dan akan bingung ketika akan membedakan mana helm SNI dan mana yang bukan. Mungkin hanya bisa melihat label SNI, jika ada maka ini adalah helm SNI, namun jika tidak ada maka itu bukan helm SNI. Tentu banyak cara dalam Mengenal Helm SNI dengan melihat dari ciri-ciri nya seperti berikut :

Material Helm SNI

Peraturan mengenai helm SNI bukan main-main,karena itu para perusahaan produsen helm harus memperhatikan bahan-bahan material helm tersebut. Tentu ini menyangkut dengan keamanan dan kenyamanan ketika menggunakannya. Adapun material helm SNI harus harus memenuhi ketentuan-ketentuannya, seperti
  • Material helm SNI harus dibuat dari bahan yang kuat dan yang terpenting bukan logam. Helm jika ditempatkan dalam ruang terbuka di suhu 0 dejarat – 55 derajat dengan waktu minimal 4 jam bentuk nya tidak berubah. Selain itu, helm tidak mudah terpengaruh oleh radiasi ultra violet dan harus tahan dari pengaruh bensin, sabun, air, minyak dan berbagai jenis pembersih lainnya.
  • Pelengkap helm juga harus terbuat dari bahan yang tidak mudah lapuk, tahan air, dan tahan akan perubahan suhu.
  • Bahan-bahan helm pun harus aman di kulit, sehingga pengguna nya tidak mengalami iritasi ataupun penyakit kulit. Selain itu bahan-bahan pembuat helm tersebut juga kuat akan benturan.

Konstruksi Helm SNI

Selain bahan dan material pembuat helm SNI harus memenuhi ketentuan-ketentuan yang ada, untuk masalah konstruksi helm pun juga harus memenuhi persyaratan seperti :
  • Helm harus terdiri dari dari bagian seperti tempurung keras dengan permukaan yang halus. Selain itu helm juga harus memiliki peredam benturan. Tali juga harus ada sebagai pengkiat ke bagian dagu.
  • Tinggi nya helm minimal 114 milimeter dari puncak helm ke bagian-bagian utama di helm, yaitu bidang horizontal di mana bidang ini melalui lubang telinga dan bagian bawah hel dari dudukan bola mata.
  • Keliling lingkaran di dalam helm juga harus mengikuti standar yang telah ditentukan, seperti
    • S Antara 500 kurang dari 540
    • M Antara 540 kurang dari 580
    • L Antara 580 kurang dari 620
    • XL Lebih dari 620
  • Tempurung kepala dalam helm harus terbuat dari bahan yang keras, tebal, sehingga bisa menahan benturan jika terjadi kecelakaan. Jika ada pelindung mata, maka tempurung kepala tidak boleh disatukan.
  • Untuk meredam benturan, maka helm juga harus dilengkapi dengan lapisan kejut yang diletakkan pada permukaan dalam tempurung dengan minimal ketebalannya 10 minimeter. Selain itu peredam benturan ini dilengkapi dengan jaring.
  • Pengikat helm dengan kepala menggunakan tali dengan lebar minimum 20 milimeter. Pengikat ini harus benar-benar berfungsi untuk mengaitkan helm dengan kepala. Pengikat helm tersebut juga harus dilengkapi dengan penutup telinga dan tengkuk.
  • Bagian tempurung helm tidak boleh ada bagian yang keluar dengan tinggi melebihi 5 milimieter dari permukaan luar tempurung helm. Setiap tonjolan tersebut harus menggunakan bahan lunak dan tidak ada bagian tepi helm yang tajam.
  • Helm juga  harus punya sudut pandang, minimal sekurang-kurang nya 105 derajat di setiap sisi nya. Atau minimal 30 derajat di atas dan 45 derajat di bagian bawah bidang utama.
  • Helm SNI juga harus dilengkapi dengan bahan pelindung seperti pelindung telinga, penutup leher, pet yang bisa dipindahkan, dan tameng atau penutup dagu.
  • Helm SNI juga harus memiliki daerah pelindung helm.
  • Helm yang dibuat juga tidak boleh mempengaruhi fungsi aura pengguna dari suatu bahaya. Oleh karena itu helm dipasangkan lubang ventilasi yang dipasang pada tempurung, sehingga dapat mempertahankan temperature pada ruang kepala dan tempurung.
  • Setiap penonjolan dari pake/keeling harus didesain berupa lengkungan dan tidak boleh menonjol melebihi dari 2 milimeter dari permukaan luar tempurung helm.
  • Helm harus dapat dipertahankan di atas kepala pengguna dengan kuat melalui atau menggunakan tali dengan cara mengaitkan di bawah dagu atau melewati tali pemegang di bawah dagu yang dihubungkan dengan tempurung.
Demikian beberapa ciri-ciri dari helm SNI, semoga bisa membantu kita semua untuk lebih mudah dalam mengenali helm SNI. -apuy-

Solar Water Heater Berdasarkan Jenis

Pemanas air atau biasa disebut water heater yang kini banyak beredar di pasaran memang banyak jenisnya, seperti pemanas air listik, pemanas air tenaga surya (Solar Water Heater). Kini penggunaan alat ini memang telah menjadi gaya hidup dan kebutuhan masyarakat perkotaan khusus nya Jakarta. Dengan menggunakan water heater, maka kebutuhan akan air hangat yang bisa menghilangkan rasa stress setelah  seharian berkutat dengan macet dan juga pekerjaan. Apalagi jika ada salah anggota keluarga yang lansia bahkan terkena rematik bahkan adanya alergi terhadap air dingin, maka air hangat bisa menjadi solusi terbaik.

Kenapa Menggunakan Water Heater ?


Sebelum ada water heater, ketika orang membutuhkan air hangat untuk berbagai kebutuhan seperti mandi bahkan minum maka cara mendapatkannya dengan memasak air tersebut menggunakan kompor. Nah, masalah pun muncul, bahwa memasak air dengan kompos akan memakan waktu yang lama dan jumlah air nya pun terbatas. Sehingga makin banyak air yang di masak, maka ini tentu akan semakin lama pula waktu yang dibutuhkan dan biaya untuk membeli bahan bakar seperti minyak tanah/gas tentu akan lebih banyak.

Solar Water Heater
source : www.intisolar.com

Atas dasar masalah di atas, maka kehadiran teknolgi water heater seperti solar water heater bisa jadi solusi pemecahan masalah. Dan kini banyak merk dan jenis water heater yang beredar di pasaran dengan berbagai fitur atau aplikasi yang ditawarkan. Solar Water Heater Berdasarkan Jenis terbagi menjadi 2 tipe, yaitu

Solar Water Heater Sistem Pasif


Dari namanya kita bisa ambil sebuah kesimpulan bahwa solar water heater ini akan memanfaatkan sianar matahari sebagai energi utama untuk memanaskan air. Di bilang pasif, karena pemanas tenaga surya ini tidak membutuhkan energi lain dalam memanaskan air. Dengan kata lain 100% hanya mengandalkan sinar matahari. Sudah tentu pemanas air tenaga surya pasif ini tidak akan bekerja maksimal ketika musim hujan, karena sudah pasti tidak ada matahari.

Komponen untuk pemanas air tenaga surya terdiri dari 2 komponen, panel kolektor dan tangki penyimpanan di mana keduanya akan terhubung langsung oleh dua pipa. Panel kolektor tersebut ada penutup kaca, di mana penutup tersebut mempunyai fungsi sebagai penangkap panas sinar matahari yang didalamnya ada susunan rangkaian pipa tembaga sebagai jalur air. Pipa tersebut dilapisi oleh sirip-sirip penyerap panas. Sedangkan untuk tangki berfungsi sebagai penampung air panas dan menjaga panas tetap tahan lama.

Pemanas air tenaga kerja dengan sistem pasif ini dalam proses nya akan menangkap sinar matahari dan akan mengalirkan panas tersebut melalui pipa penyerap panas ke pipa tembaga yang akan menjadikan suhu air menjadi panas. Untuk bisa mendapatkan panas matahari lebih banyak, maka penempatan dari pemanas air tenaga surya ini banyak diletakkan di atap rumah. Tingkat kemiringan pun harus diperhatikan agar panas yang dihasilkan menjadi lebih maksimal.

Solar Water Heater Sistem Aktif


Tidak jauh berbeda dengan alat pemanas air tenaga matahari sistem pasif, pemanas air tenaga surya sistem aktif juga tetap menjadikan dan memanfaatkan energi sinar matahari untuk proses pemanasan air. Hanya saja, dalam proses distribusi air panas dan air dingin harus menggunakan tenaga listrik untuk bisa menggerakkan pompa dan juga perangkat kontrol otomatisnya.

Penggunaan pemanas air tenaga surya dengan sistem aktif ini memang dirancang untuk bisa memenuhi kebutuhan air panas dalam jumlah atau skala besar. Biasanya pemanas air tenaga surya dengan sistem aktif banyak digunakan oleh hotel, spa, rumah sakit dan apartemen. Oleh karena itu, pemanas air tenaga surya dengan sistem aktif butuh akan komponen pendukung yang lebih kompleks. Selain itu pemanas air tenaga surya dengan sistem aktif juga membutuhkan tangki penampungan yang jauh lebih besar dari pemanas air tenaga surya dengan sistem pasif.

Jadi, pemakaian penggunaan solar water heater atau pemanas air tenaga surya tergantung akan kebutuhannya. Tidak bisa dipungkiri, jika dalam satu rumah ada banyak anggota keluarga maka pemanas air tenaga surya dengan sistem aktif bisa jadi pilihan. -apuy-

Ciri-Ciri Asuransi Syariah

Asuransi Syariah
Asuransi Syariah kini  menjadi salah satu produk yang banyak dipilih oleh masyarakat. Perkembangan produk asuransi syariah ini mengikuti perkembangan industri perbankan syariah yang kini setiap bank-bank yang ada telah mempunyai divisi khusus untuk produk-produk syariah. Namun pada dasarnya baik asuransi syariah maupun konvensional bertujuan untuk memberikan manfaat dan perlindungan secara menyeluruh sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan para nasabah nya.

Ciri Khas Asuransi Syariah

Tentu dalam prinsip operasional antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional memiliki perbedaan yang signifikan. Antara kedua produk asuransi tersebut pasti mempunyai ciri-ciri yang tentu bisa membuat kita bisa melihat perbedaan tersebut. Khusus untuk produk asuransi syariah ada Ciri-Ciri Asuransi Syariah yang mudah dikenali, apa saja itu ?
  • Pengelolaan dana asuransi diawasi dan miliki instrument syariah
Perbedaan yang paling mencolok antara asuransi syariah dengan asuransi konvensional adalah terletak dari cara pengelolaan dana asuransi. Di mana asuransi syariah, pengelolaan dana akan diinvestasikan namun investasi dana hanya boleh dilakukan pada instrument yang mempunyai prinsip syariah yang bebas dari unsur-unsur haram. Tidak hanya itu pengelolaan dana tersebut juga harus bebas dari unsur gharar (ketidakjelasan), maysir (judi) dan riba.

Semua pengelolaan dana asuransi syariah yang ada akan selalu diawasi oleh dewan pengawas syariah (DPS) yang akan selalu mengawasi seluruh pengelolaan investasi dana asuransi para nasabah. Jadi bisa dibilang, dengan ikut program Asuransi Syariah, Investasi Sekaligus Amal.
  • Mudharabah
Untuk produk asuransi syariah sendiri, manfaat utama yang akan diperoleh semua nasabah adalah sistem bagi hasil yang akan dimilikinya pada produk-produk tertentu. Atau dalam Islam, dikenal dengan prinsip prinsip bagi hasil (mudharabah), di mana keuntungan perusahaan yang diperoleh akan dibagika secara merata kepada pemegang polis asuransi.
  • Rekening Tabarru
Rekening Tabarru merupakan rekening yang berisikan kumpulan dana yang telah diberikan oleh para peserta asuransi sebagai iuran dan kebaikan demi tujuan untuk saling tolong menolong dan membantu dengan sesama. Rekening Tabarru ini akan disimpan oleh perusahaan asuransi, dan setiap premi asuransi yang dibayarkan akan dimasukkan ke dalamnya.

Untuk hasil pengelolaan dana asuransi para peserta tersebut setelah dikurangi dengan beban asuransi, baik klaim dan premi reasurnasi. Di mana itu nantinya akan dibagikan antara peserta pemegang polis asuransi dan juga perusahaan sesuai dengan prinsip al-mudharabah ( prinsip bagi hasil).
  • Dana Tidak Hangus
Dalam asuransi syariah, mekanisme nya tidak ada mengenal sama sekali akan hangusnya dana. Tentu ini sangat berbeda dengan asuransi konvensional, di mana jika pada akhir kontrak peserta asuransi tidak bisa melanjutkan pembayaran premi dan ingin menyudahi sebelum periode berakhir maka dana yang telah dimasukkan akan hangus.

Semoga bisa bermanfaat! -apuy-

 

Artikel Informasi Indonesia Copyright © 2011-2012 | Powered by Blogger